FIGC telah mengambil tindakan terhadap pelecehan rasis terhadap striker Inter Romelu Lukaku oleh fans Juventus. Sebagian area stadion akan ditutup untuk pertandingan kandang berikutnya.
Kasus ini berawal dari Juventus dan Inter Milan 2022/2023. pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Rabu (5/4/2023) pukul WIB. Laga yang digelar di Allianz Stadium itu berakhir imbang 1:1.
Inter tertinggal di menit ke-83. Romelu Lukaku kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-90 dengan penalti Romelu Lukaku .
Beberapa saat sebelum penalti, suporter Juventus melakukan aksi rasis terhadap Lukaku. Mereka menirukan suara monyet dan gerakan monyet untuk mengalihkan perhatian Lukaku.
Usai pertandingan, perilaku memalukan suporter Juventus terdengar dari berbagai kalangan. Inter dan Lukaku berbicara dalam pengumuman resmi dan di jejaring sosial. Selain Inter, Lukaku mendapat dukungan dari seluruh pesepakbola. Kylian Mbappe juga mengecam tindakan rasis yang kerap terjadi dalam sepak bola.
Sepak bola Italia juga sedang bergolak. Banyak yang menyayangkan tindakan rasis yang masih ada.
FIGC, seperti Federasi Sepak Bola Italia, telah mengambil langkah konkret. Juventus dihukum karena perilaku suporter mereka.
Penalti FIGC adalah menutup sebagian area stadion untuk laga kandang selanjutnya melawan Napoli (23 April 2023). Penalti ini berlaku untuk satu pertandingan saja.
Bagian stadion yang akan ditutup adalah bagian bawah Tribun Selatan di Stadion Allianz.
Sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan melawan tindakan rasis, FIGC berkampanye di semua pertandingan akhir pekan ini. Kampanye yang diusung adalah #UnitiDagliStessiColori yang artinya “menyatukan warna yang sama”. Promosi ini dilakukan di semua bagian Liga Italia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar